Atasi Peradangan Dengan Makanan-Makanan Berikut Ini

Peradangan merupakan sistem alarm tubuh Anda. Misalnya, seperti ketika pergelangan kaki Anda bengkak saat terkilir, bagian tubuh lainnya pun begitu—bahkan bagian dalam—akan mengalami bengkak yang merupakan suatu respon terhadap cedera, paparan zat kimia, atau virus. Para dokter mulai mengerti bahwa peradangan juga memiliki beberapa konsekuensi kesehatan lainnya. Penelitian telah membuat para ahli percaya bahwa peradangan memiliki peran dalam penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Mesikipun demikian, beberapa makanan berikut ini mungkin dapat meredakan peradangan yang terjadi:

Buah berry dan ceri. Buah-buahan manis tsb dapat membantu meredakan peradangan dengan menetralisir radikal bebas dalam tubuh, juga dapat membantu menghentikan peradangan pada jaringan tubuh.

Sereal kulit padi/bran. Serat dalam makanan ini dikaitkan dengan berkurangnya peradangan yang terjadi pada wanita yang menderita diabetes tipe 2. Dan Physicians’ Health Study menemukan bahwa dokter yang mengonsumsi sereal gandum utuh setiap hari memiliki kemungkinan 28% lebih kecil untuk menderita gagal jantung selama 24 tahun.

Sayuran berwarna cerah. Pilih sayuran yang berwarna merah, kuning, atau jingga. Sayuran tsb kaya akan karotenoid, yang berfungsi sebagai antioksidan anti-inflamasi.

Chamomile. Penduduk jerman menggunakan chamomile sebagai penyembuh serbaguna. Sebagai anti-inflamasi, chamomile berfungsi seperti NSAID—misalnyaibuprofen dan aspirin.

Sup ayam. Saat para peneliti dari Nebraska Medical Center membuat percobaan dengan sup ayam di lab, para peneliti menemukan bahwa sup ayam bisa meredakan peradangan dan congestion sekitar 75%, hal tsb dikarenakan agen sistem imun tubuh yang bernama neutrophils yang mampu melawan virus.

Cengkeh. Rempah-rempah yang memiliki wangi harum ini  mengandung bahan kimia yang berfungsi sebagai anti peradangan, namanya eugenol. Dalam penelitian terhadap binatang baru-baru ini, eugenol dapat menghambat COX-2, yaitu enzim yang menyebabkan peradangan.

Benih lenan. Benih lenan kaya akan asam alfa linolenat, yang digunakan tubuh untuk membuat sejenis asam lemak omega 3, yang biasa Anda dapatkan dari ikan. Manfaatnya sama, yaitu dapat melindungi dari peradangan di dalam tubuh.

Jahe. Jahe telah digunakan selama ribuan tahun untuk membantu mengatasi berbagai penyakit, dari sakit perut, radang sendi, sampai gangguan jantung, hal tsb dikarenakan jahe memiliki efek anti-inflamasi. Dengan menghalangi prostaglandins, yaitu zat peradangan, jahe memiliki peran dalam mencegah dan memperlambat pertumbuhan sel kanker, serta mampu meredakan migrain.

Teh hijau. Teh hijau telah digunakan berabad-abad untuk berbagai tujan pengobatan, teh hijau merupakan sumber dari polifenol, polifenol sendiri dapat membantu mengurangi radikal bebas dalam tubuh.

Kacang-kacangan. Kacang-kacangan merupakan sumber yang baik dari vitamin E, mengonsumsi kacang-kacangan bersamaan dengan minyak ikan dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan peradangan, disamping nutrisi lainnya, menurut dua penelitian yang dilakukan pada hewan.

Minyak zaitun (olive oil). Minyak zaitun mengandung antioksidan bernama polifenol, berdasarkan penelitian polifenol mampu mengurangi peradangan dalam pembuluh darah dan otak. Jika ingin membeli minyak zaitun, carilah varian yang berlabel virgin olive oil, karena varian ini mengandung lebih banyak polifenol.

Jus jeruk.  Saat para peneliti memberi makan relawan dengan air manis (glukosa) dan jus jeruk, air manis tsb memicu respon peradangan sedangkan jus jeruk tidak. Hal tsb dikarenakan jeruk memiliki vitamin C dan berbagai macam flavonoids.

Buah delima. Buah ini sangat tinggi antioksidan, seperti asam ellagic, yang mampu mengurangi peradangan. Itulah kenapa di dalam penelitian, buah delima ditunjukkan mampu memutar balik perkembangan penyakit jantung koroner.

Salmon. Salmon kaya akan asam lemak omega-3—keluarga dari lemak yang mampu menghentikan peradangan. Penelitian menunjukka bahwa menaikan asupan asam lemak omega-3 dapat membantu menghentikan gejala rheumatoid arthritis.

Kacang kedelai. Kacang kedelai kaya akan isoflavon, yaitu hormone tanaman dengan sifat anti-inflamasi. Penelitian di negara bagian Oklahoma menemukan bahwa orang yang menderita sakit lutut dilaporkan membaik dan tidak lagi mengonsumsi banyak obat setelah mengonsumsi protein kedelai setiap harinya selama tiga bulan.

Kunyit. Curcumin, bahan kimia yang membuat kunyit berwarna kuning, dapa membantu mengatasi peradangan yang berkontribusi terhadap perkembangan kanker. Para ilmuwan juga mempelajari efek anti-inflamasi pada kunyit dalam cystic fibrosis.

Wine. Minuman dari anggur ini telah dikaitkan pada pengurangan resiko penyakit jantung, hal tsb bisa jadi dikarenakan efek anti-inflamasi nya. Tapi tetap saja, jangan berlebihan mengonsumsinya. Mengonsumsi wine berlebihan telah dikaitkan dengan kanker.

Sumber: deherba.com