Info dan Tips Seputar Merawat Bayi

Saat Tepat Potong Rambut

sat-jakarta.com – Ada budaya yang menyelenggarakan potong rambut bayi sesaat setelah dilahirkan. Memang, tak ada aturan baku kapan saat tepat untuk memotong rambut bayi. Namun, disarankan menunggu sampai bayi mampu mendukung kepalanya sendiri saat duduk di pangkuan (umumnya sekitar usia 3–4 bulan). Kondisi ini cukup menguntungkan karena memudahkan orang yang memotong rambut si bayi.

Bila ingin mencoba memotong rambut si kecil, perhatikan alat yang digunakan. Pilihlah gunting yang cukup tajam dan bersih. Hindari penggunaan gunting tua karena dapat menarik rambut dan menyebabkan luka yang tidak rata. Atau, beli gunting khusus untuk memotong rambut bayi. Hal lain yang patut diperhatikan adalah lakukan gunting rambut saat bayi sedang tidur sehingga dapat lebih mempercepat proses pengguntingan.

Kereta Bayi Sesuai Gaya Hidup

* Sesuaikan gaya hidup orangtua dengan kebutuhan kereta dorong bayi. Bila Mama adalah ibu rumah tangga dan tidak memiliki pembantu/babysitter, yang dibutuhkan adalah kereta dorong yang nyaman dan kokoh serta dapat dibawa ke mana saja sambil melakukan beragam aktivitas.

* Berat kereta dorong dan fasilitas pendukungnya. Bila banyak menggunakan kereta dorong untuk bepergian dengan kendaraan umum, pilihlah yang ringan dan praktis kemasannya.

* Bahannya aman bagi bayi. Rangka tidak bersudut tajam sehingga saat bayi meraba-raba kereta dorongnya, tangannya tidak akan terluka.

Alat Bantu Minum Obat

Ada beragam alat bantu yang dapat digunakan untuk meminumkan obat pada bayi, yakni pipet, sepuit tanpa jarum suntik, dan botol jus. Lakukan uji coba dan amati alat bantu yang paling disukai bayi.

1. Pipet Pilih yang berbahan plastik, pipet berbahan beling atau gelas rawan pecah. Baiknya pipet tersebut memiliki ukuran sehingga takarannya pas. Saat menggunakan, hindari pipet langsung mengenai wilayah mulut karena rawan terkena bakteri, terutama pipet yang sekaligus berfungsi sebagai tutup obat. Bila sudah dipakai, cuci pipet dengan air panas dan dikeringkan.

2. Sepuit Kelebihan sepuit (tanpa jarum suntik) memiliki takaran yang lebih pas. Bila bayi suka minum obat dengan sepuit, jangan lupa meminta dokter membuatkan resep karena sepuit tidak bisa dibeli bebas.

3. Botol Jus Caranya, campur obat dengan air gula, kemudian masukkan ke botol jus (botol yang dilengkapi dengan sendok plastik di bagian tutupnya). Sebaiknya air tidak terlalu banyak, secukupnya saja agar obat dapat larut. Misal, 1 bungkus puyer atau 1 sendok teh obat sirop dengan 30 cc air. Kocok terlebih dahulu hingga tercampur merata sebelum diberikan kepada bayi.