Koalisi Jokowi Condong Ke Tokoh Islam Nonpartai

Koalisi partai pendukung Joko Widodo sebagai calon presiden dalam pemilihan tahun depan telah mengusulkan satu nama untuk mendampingi Jokowi. Satu nama tersebut disepakati enam ketua umum partai politik dalam rapat dengan Jokowi di Istana Bogor, Senin malam lalu.

“Calon pendamping Jokowi merupakan salah satu warga terbaik Indonesia,” kata Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy, yang hadir dalam rapat itu, kemarin.

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang mengungkapkan hal yang sama. Para ketua umum partai koalisi, kata dia, telah menyerahkan satu nama calon wakil kepada Jokowi. “Diambil dari sepuluh nama yang pernah disebut Pak Jokowi,” kata Oesman, kemarin.

baca juga : http://forgotten-wars.com/jenis-mesin-genset-yang-umum-digunakan/

Selain Romahurmuziy dan Oesman, pertemuan itu dihadiri Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga 22 Hari Menuju Pesta Olahraga Hartarto, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Romahurmuziy maupun Oesman menolak menyebutkan nama calon pendamping Jokowi tersebut. Seorang elite partai politik pendukung Jokowi mengatakan, calon yang diserahkan merupakan tokoh Islam. “Ia juga nonpartai,” katanya.

Sumber yang dekat dengan lingkaran Istana Kepresidenan membenarkan. “Sempat dibahas sejumlah nama, tapi akhirnya diserahkan satu nama kepada Jokowi. Dia tokoh Islam yang nonpartai,” katanya.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Hamka Haq mengatakan, melihat konstelasi politik Indonesia, Jokowi yang nasionalis perlu didampingi calon wakil yang bisa mendongkrak keterpilihannya.

Menurut dia, orang tersebut haruslah berlatar belakang religius. “Harus berlatar belakang kelompok Islam atau dekat dengan kelompok Islam,” katanya. Sebelumnya, Jokowi menyebutkan sepuluh nama calon wakilnya, baik yang berlatar belakang partai politik, profesional, maupun kelompok Islam.

Dari sepuluh nama itu, yang dekat dengan kelompok Islam adalah Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia K.H. Ma’ruf Amin, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md., dan eks Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi. Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, mengatakan Jokowi butuh calon berlatar belakang Islam untuk menaikkan dukungan baginya.

“Juga untuk meredam isu sentimen agama yang telah berkembang,” ujarnya. Selain itu, menurut dia, demi menjaga keutuhan koalisi, Jokowi sebaiknya tidak menggandeng ketua umum partai.